Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Flek Paru-Paru Pada Anak

0 komentar


Flek paru-paru atau TBC pada anak biasanya ditularkan dari orang dewasa yang menderita TBC. Flek paru-paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri ini bisa menginfeksi bayi atau balita melalui percikan ludah saat batuk, bersin atau udara pernapasan dari penderita TBC dewasa.

Bakteri tuberculosis bisa menyerang orang dewasa maupun anak di bawah usia 2 tahun, orang yang memiliki imunitas rendah dan tinggal di lingkungan orang-otang penderita TBC juga rentan terinfeksi bakteri tuberculosis.

Gejala

Anak yang terinfeksi bakteri tuberculosis akan menunjukkan gejala berikut ini:
  • 1. Demam selama 3 bulan berturut-turut, kondisinya tidak berubah meski bayi diberi obat penurun panas.
  • 2. Berat badan anak tidak meningkat seiring bertambahnya usia meski asupan makanan bergizi sudah terpenuhi.
  • 3. Diare kronik terus menerus yang tidak bisa disembuhkan dengan obat biasa.
Sebaiknya jauhkan anak Anda dari penderita TBC aktif sebab penyakit ini bisa menyebar dengan mudah melalui udara. Selain itu, berikan pula imunisasi BCG supaya bayi memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap serangan bakteri ini.

TB Pada Bayi Bisa Menyebar
Kondisi bayi yang kekebalan tubuh alaminya belum sempurna rentan terkena flek paru-paru. Bayi yang menderita TBC berisiko lebih berat ketimbang orang dewasa. Pada orang dewasa TB akan terlokalisasi hanya di pari-paru karena kekebalan tubuh orang dewasa telah sempurna. Sementara pada bayi dan anak-anak, bakteri bisa menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh sehingga bisa menyebabkan terjadinta TB hati, TB tulang, TB selaput otak atau meningitis pada anak. Karena itu, flek paru-paru pada anak harus diobati secepatnya bila sudah terdeteksi.

Pengobatan
Pengobatan penyakit TBC pada anak memang berbeda dengan TBC dewasa. Biasanya pengobatan pada anak menggunakan obat anti-TB yang dikonsumsi selama 6 bulan, pengobatan bisa bertambah 3 bulan untuk mencegah kekambuhan. Pengobatan harus rutin dan tidak boleh berhentu sebelum waktu yang sudah ditentukan. Jika berhenti kuman akan muncul lagi dan kebal terhadap obat.

Tb pada anak tergantung dari daya tahan tubuhnya, tidak semua anak yang memiliki flek paru-paru akan jatuh sakit. Bisa saja bayi terjangkit bakteri TB namun basil itu mati atau hanya bersarang di dalam tubuh, tidak aktif dan tidak mengganggu.

Infeksi Telinga Pada Anak

0 komentar

Bayi dan anak-anak rawan terkena otitis media akut, yakni infeksi telinga bagian tengah. Anak-anak memiliki tuba estachius yang lebih pendek dari orang dewasa sehingga memudahkan bakteri dan virus masuk ke dalam telinga tengah. Infeksi telinga ini kerap berkembang setelah infeksi virus, seperti flu atau pilek. Di bagian belakang gendang telinga akan membengkak dan mengumpulkan banyak cairan (efusi).

Gejala
Otitis media pada bayi ditandai dengan munculnya gejala seperti demam, susah tidur, tidak nafsu makan, rewel, anak menjadi sering menarik atau menggosok telinga, serta keluar cairan dari telinga. Terkadang, disertai pula mual, muntah, dan diare.

Pada orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua yang mengalami otitis media biasanya akan mengeluh sakit di telinga dan mengalami gangguan pendengaran sementara.

Pengobatan
Pada bayi berusia di atas 24 bulan, dokter mungkin memilih untuk tidak melakukan tindakan guna menunggu sistem kekebalan tubuh anak bekerja melawan infeksi secara alami. Obat-obatan yang diberikan dokter mungkin hanya berfungsi untuk mengurangi demam dan rasa sakit di telinga.

Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik bila gejala sakit anak tidak membaik setelah 48 jam. Pemberian antibiotik biasanya pada anak yang berusia di bawah 24 bulan. Sementara pada anak yang lebih tua dari 24 bulan bisa diobati dengan antibiotik atau menunda pengobatan.

Antibiotik tidak diberikan kepada tiap anak yang mengalami infeksi telinga sebab infeksi bisa sembuh sendiri tanpa pemberian antibiotik pada anak yang lebih tua. Bila anak mengalami infeksi berulang yang tak kunjung sembuh maka akan mengakibatkan terganggunya pendengaran dan kemampuan bicara. Sehingga akan dilakukan operasi untuk mengalirkan cairan dari telinga tengah kemudian dimasukkan ke tabung ventilasi.

Komplikasi
Membran timpani pecah Kemungkinan terjadinya komplikasi infeksi telinga adalah pecahnya membran timpani atau gendang telinga. Membran timpani yang pecah biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat pulih dengan cepat setelah pecah dalam beberapa jam atau hari.

Penumpukan cairan

Cairan yang mengumpul di belakang gendang telinga (efusi) dapat bertahan selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan setelah rasa sakit dan infeksi menghilang. Efusi bisa mengakibatkan gangguan pendengaran sementara dan biasanya bisa pulih tanpa pengobatan. Jika efusi tetap ada sampai waktu lama, anak Anda mungkin perlu perawatan.

Waspadai, Diabetes Militus Pada Anak!

0 komentar


Diabetes Militus tipe 2 pada anak dan remaja disebut juga Maturity Onset of Diabetes in the Young (MODY). Penyakit ini biasanya dimulai pada usia pertengahan dengan masalah terutama pada reseptor insulin. Reseptor insulin merupakan pintu masuk sel. Gula darah atau glukosa yang akan dijadikan energi oleh mitokondria sel dibawa masuk melalui pintu tersebeut dengan bantuan hormon insulin.

Resistensi insulin merupakan reseptor insulin yang menjadi ciri utama Diabetes Militus tipe 2 maupun MODY. Anak-anak yang menderita Diabetes Militus tipe 1 biasanya tubuhnya kurus dan ketoasidosis karena kerusakan sel beta yang memproduksi insulin. Berdasarkan hasil penelitian dari seluruh kasus Diabetes Militus diketahui bahwa Diabetes Militus tipe 1 hanya sekitar 5 % sementara Diabetes Militus tipe 2 sebanyak 95 %.

Anak-anak yang menderita MODY merupakan Diabetes Militus tipe 2 yang menunjukkan gejala obesitas dengan timbunan lemak di bagian perut. Anak–anak yang menderita Diabetes Militus jenis ini tidak memiliki keluhan hanya saja nafsu makannya sangat berlebihan sehingga berat badannya terus bertambah.

Kadar trigliserid (TG) sering menunjukkan kenaikan saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Mungkin kadar gula darah naik tapi masih di bawah 126 mg/dL. Angka 126 merupakan kriteria diagnostik DM. Semua ini terjadi akibat hiperinsulinisme yang menimbulkan obesitas, kenaikan TG dan intoleransi glukosa (kadar GD 110-126).

Makin banyaknya asupan karbohidrat sederhana seperti gula dan tepung gandum selain lemak jenuh menyebabkan anak-anak dan remaja terkena MODY. Selain itu, anak-anak dan remaja yang cenderung tidak menyukai sayur dan buah serta kurang gerak juga bisa meningkatkan insidensi MODY.

Penggunaan alloxan juga dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit ini. Alloxan merupakan pemutih bahan pangan seperti pada mie instan, roti putih, atau berbagai gorengan yang menggunakan tepung gandum. Dalam laboratorium alloxan digunakan untuk membuat tikus percobaan menderita diabetes.

MODY bisa dicegah dengan meningkatkan asupan makanan berserat seperti roti gandum utuh, kacang-kacangan, beras merah/beras tumbuk, sayuran dan buah.

Growing Pains Pada Anak

0 komentar

Pernahkah anak Anda merasakan sakit di kaki saat malam hari dan mereda pada pagi hari? Jika hal itu terjadi, bisa jadi anak Anda mengalami growing pains.

Growing pains merupakan rasa sakit di kedua tungkai, paha depan, betis, dan area belakang lutut. Rasa sakit umumnya akan timbul saat sore atau malam hari serta mereda di pagi hari sehingga anak bisa beraktivitas seperti biasanya lagi. Meski begitu, kondisi ini bisa mengganggu kualitas tidur anak karena rasa sakit yang timbul di malam hari kerap membuat anak terbangun.

Meski dinamakan growing pains tapi sebenarnya kondisi ini tidak disebabkan oleh pertumbuhan anak. Aktivitas seperti melompat, berlari, dan olah raga berlebihan diduga menjadi penyebab munculnya growing pains.

Umumnya growing pains dialami oleh anak berusia 2–12 tahun, 25-40% berusia 3–5 tahun, dan antara 8–12 tahun. Meski tidak berbahaya, tapi kondisi ini juga perlu mendapat perhatian dari orangtua. Growing pains sebenarnya merupakan nyeri otot, bukan nyeri atau bengkak di persendian. Segera periksakan anak ke dokter bila menunjukkan gejala berikut ini:
  • 1. Nyeri tungkai tidak mereda hingga pagi hari.
  • 2. Aktivitas anak terganggu akibat nyeri tungkai.
  • 3. Nyeri berkaitan dengan suatu trauma akibat anak terjatuh.
  • 4. Nyeri disertai gejala lain, seperti: kemerahan dan bengkak di persendian, demam, pincang, kemerahan di kulit area tungkai, lemas, lelah, dan tidak nafsu makan.
Jika nyeri pada tungkai disebabkan penyakit tertentu maka Dokter akan menghilangkan penyakit terlebih dahulu kemudian baru menindak lanjuti keluhan growing pains.

Anak yang mengalami growing pains akan merasa nyaman dan nyeri akan berkurang saat disentuh, dipijat maupun digendong. Kondisi ini berbeda dengan nyeri tungkai yang diakibatkan oleh penyakit yang menyebabkan tungkai akan bertambah nyeri bila disentuh atau dipijat.

Tidak ada terapi khusus untuk growing pains, tapi orangtua bisa melakukan beberapa hal untuk mengurangi nyeri si kecil.
  • 1.Pijatan ringan untuk mengurangi nyeri
  • 2.Regangkan kedua tungkai anak secara perlahan, lakukan pada siang hari dan sebelum tidur.
  • 3.Kompres hangat di daerah otot yang nyeri sebelum tidur atau saat anak merasa nyeri. Mandi dengan air hangat sebelum tidur juga membantu.
  • 4.Obat analgetik seperti parasetamol atau ibuprofen juga bisa diberikan untuk menghilangkan rasa nyeri.
Growing pains bukan penyakit berbahaya dan bisa hilang ketika anak berusia belasan tahun. Ganguan ini juga tidak membutuhkan terapi atau penanganan dokter.

Anemia Pada Bayi

0 komentar

Anemia merupakan penyakit yang disebabkan jumlah sel darah merah yang terlalu sedikit dalam darah. Pada bayi yang baru lahir anemia disebabkan oleh penghancuran sel darah merah yang berlebihan, kehilangan darah, dan gangguan pembentukan sel darah merah.

Selama proses persalinan darah bisa hilang dalam jumlah yang besar jika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya. Bisa juga terjadi akibat robekan pada tali pusar. Bayi yang menderita anemia akan tampak sangat pucat, sesak napas, dan tekanan darahnya rendah.

Anemia pada bayi prematur biasanya diakibatkan oleh pengambilan darah yang dilakukan berulang untuk keperluan tes laboratorium dan berkurangnya pembentukan sel darah merah. Dalam kondisi normal, sumsum tulang tidak memproduksi sel darah merah yang baru selama 3-4 minggu setelah bayi lahir. Anemia akan makin parah bila prtunbuhan bayi lebih cepat ketimbang laju pembentukan sel darah merah yang baru. Namun, bayi prematur biasanya tidak menunjukkan gejala-gejala anemia dan kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 bulan.

Penghancuran sel darah merah terjadi pada:
  • Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir: sejumlah besar sel darah merah dihancurkan oleh antibodi yang diproduksi oleh ibu selama janin berada dalam kandungan.
  • Bayi yang menderita kelainan bentuk sel darah merah, misalnya sferositosis (sel darah merah berbentuk sferis).
  • Kelainan hemoglobin (protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah), misalnya penyakit sel sabit atau talasemia.
  • Infeksi selama bayi berada dalam kandungan (misalnya toksoplasmosis, campak Jerman, penyakit sitomegalovirus, herpes simpleks atau sifilis).
  • Jika sel darah dihancurkan, hemoglobin diubah menjadi bilirubin. Kadar bilirubin yang tinggi di dalam darah (hiperbilirubinemia) menyebabkan sakit kuning (jaundice) dan pada kasus yang berat, bisa menyebabkan kerusakan otak (kern ikterus).

Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia pada bayi usia 3-6 bulan bila mengonsumsi susu formula atau susu sapi yang tidak diperkaya zat besi.

Bila bayi kehilangan darah akibat proses persalinan maka segeralah berikan transfusi darah. jika anemia disebabkan penghancuran sel darah merah yang berlebihan maka lakukan transfusi ganti, yakni darah bayi diganti darah segar. Sel darah merah yang rusak, antibodi, serta bilirubin dari tubuh ibu dibuang.

Anemia yang disebabkan kekurangan zat besi maka sebaiknya gunakan zat besi tambahan. Jika terjadi gejala anemia yang berat, dilakukan transfusi darah.

Mengatasi Demam dan Nyeri Pada Anak

0 komentar

Demam dan nyeri seringkali menyerang anak-anak. Rasa nyeri ini terkadang membuat anak menjadi rewel. Sebenarnya demam atau nyeri pada anak disebabkan oleh vaksinasi atau infeksi virus seperti influenza, selesma, atau cacar air.

Untuk mengatasinya anak sering diberikan parasetamol atau yang biasa disebut asetaminofen. Parasetamol merupakan golongan obat bebas lini pertama yang bermanfaat untuk menghilangkan nyeri dan menurunkan panas pada anak. Parasetamol memiliki sifat-sifat kemanjuran, tingkat aman, dan tolerabilitas yang baik pada anak-anak dan orang dewasa.

Sebenarnya parasetamol bersifat simptomatis, bukan menghilangkan sumber penyakit. Jika nyeri tak kunjung mereda dalam waktu 3 hari maka harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Pemberian dosis obat untuk anak memang bervariasi di banyak negara, namun umumnya 10 sampai 15 mg/kg dianggap takaran yang efektif. Tapi, terkadang anak-anak menerima dosis 90 mg/kg/hari jika dirawat di rumah sakit. Dosis tinggi seperti ini tidak berlaku untuk pemakaian biasa.

Berdasarkan tingkatan usia masa kanak-kanak, pemberian dosis adalah bayi 1 bulan – 2 tahun dalam bentuk beberapa tetes, masa prasekolah (1- 5 tahun) dalam bentuk larutan alkohol/suspensi, masa sekolah (5 – 12 tahun) untuk larutan alkohol dan suspensi jernih dan (7 – 12 tahun) untuk tablet kunyah).

Efek samping penggunaan parasetamol memang lebih rendah. Tapi,terkadang masyarakat berlebihan mengonsumsi parasetamol untuk meredakan demam dan nyeri. Padahal dosis yang berlebihan bisa merusak hati dan ginjal. Sebaiknya jangan mengonsumsi parasetamol dalam dalam jangka waktu panjang dan dosis yang berlebihan jika tanpa resep dokter.

Tips Pemberian Obat pada Anak
  • Jauhkan semua obat dari jangkauan anak-anak
  • Tutup kembali tempat obat dengan rapat, jangan biarkan obat dalam keadaan terbuka.
  • Periksa kembali dosis obat berdasarkan petunjuk label. Jangan pernah gunakan sendok obat yang sama untuk dua jenis obat yang berbeda.
  • Jangan berikan obat pada anak dengan mengira-ngira dosisnya.
  • Tanyakan kepada dokter atau ali farmasi jika akan ,e,beri lebih dari satu jenis obat pada saat yang bersamaan.
  • Jangan pernah memberikan obat pada anak-anak kecuali memang dianjurkan untuk mereka seperti yang tertulis dalam label atau atas saran dokter.
  • Jangan menggunakan obat untuk tujuan yang tidak disebutkan dalam label, kecuali dengan petunjuk dokter.
  • Periksakan dulu anak Anda ke dokter sebelum memutuskan memberi mereka aspirin.

Kenali Tanda-Tanda Anak Hiperaktif!

0 komentar


Anak merupakan anugerah terindah yang diberikan Tuhan. Seperti manusia dewasa lainnya, anak-anakpun memiliki kepribadian yang berbeda satu sama lain. Ada anak yang cenderung diam, kritis, bahkan banyak sekali anak yang terlalu aktif.

Anak yang aktif biasanya memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi sehingga mereka cenderung tidak bisa menahan rasa ingin tahunya. Rasa ingin tahu yang tinggi merupakan tanda bahwa anak cerdas dan kreatif. Namun, bila terlalu aktif bisa jadi anak termasuk hiperaktif. Tak jarang sikapnya yang terlalu aktif atau berlarian kesana-kemari membuat orangtua kewalahan. Berikut ini tanda-tanda anak yang tergolong hiperaktif:

1. Tidak Fokus
Anak hiperaktif cenderung tidak bisa bertahan lama dengan yang dilakukannya. Misalnya, bila ia sedang main bola dan ada temannya yang membawa layang-layang, maka ia akan beralih untuk ikut bermin layang-layang. Anak hiperaktif tidak bisa bertahan diam lebih dari 5 menit. Anak ini juga suka berteriak-teriak tidak jelas, dan berbicara semaunya. Juga memiliki sikap yang tidak mudah dipahami.

2. Sifat Menentang

Anak hiperaktif lebih sulit dinasehati dari pada anak non-hiperaktif. Bila sedang asyik bermain naik turun tangga mereka cenderung masa bodoh, diam saja aatau malah marah dan melanjutkan permainannya saat kita minta untuk berhenti.

3. Destruktif
Sebagai perusak ulung, anak hiperaktif harus dijauhkan dari ruangan yang banyak benda-benda berharga atau barang pecah belah dan sejenisnya. Sikap yang suka melempar, menghancurkan barang inilah yang disebut destruktif.

4. Tidak Mengenal Lelah
Meski setiap hari terus-terusan berlari, melompat, atau bergerak terus namun anak tidak tampak kelelahan saat sedang bermain ataupun setelah bermain seharian.

5. Tanpa Tujuan Jelas
Umumnya anak yang aktif membuka buku untuk dibaca, namun pada anak hiperaktif membuka buku dijadikan kegiatan untuk menyobek kertas, melipat-lipat, atau membolak balik tanpa membaca.

6. Bukan Penyabar yang Baik dan Usil
Anak hiperaktif cenderung tidak sabar menunggu giliran bermain. Akibatnya, mereka memilih untuk merebut paksa mainan yang sedang dipegang temannya. Selain itu, mereka juga suka memukul, mencubit, atau mendorong tanpa alasan.

Campak Jerman Bisa Mengganggu Pertumbuhan Anak

0 komentar

Campak Jerman merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus rubella. Anak yang mengalami penyakit rubella ini biasanya akan membaik dalam waktu 3 hari.

Virus rubella yang menginfeksi janin bisa mengakibatkan sindroma rubella kongenital. Janin bisa terinfeksi bila wanita yang sedang hamil terkena virus rubella saat 4 bulan pertama usia kehamilannya.

Anak bisa tertular virus rubella bila menghirup udara yang mengandung percikan lendir penderita rubella, baik yang berasal saat batuk, bersin, atau berbicara. Wanita hamil yang terinfeksi virus rubella pada trimester pertamannya maka bisa menularkan virus pada janin melalui plasenta. Kondisi ini disebut sebagai infeksi rubella kongenital dan dapat menyebabkan sindroma rubella kongenital.

Pada masa inkubasi yaitu waktu yang diperlukan sejak masuknya virus rubella ke dalam tubuh sampai timbulnya gejala penyakit berkisar antara 14-21 hari. Biasanya gejalanya akan timbul demam, nyeri sendi, pembesaran kelenjar getah bening di leher bagian belakang, daerah belakang kepala, dan belakang telinga.

Biasanya pembesaran getah bening disertai dengan rasa nyeri. Kemudian muncul ruam yang dimulai pada daerah muka lalu menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 1 hari. Ruam dan demam biasanya menghilang dalam waktu 3 hari.

Infeksi rubella kongenital bisa mengakibatkan sindroma rubella kongenital yang terdiri dari:
  • Terhambatnya pertumbuhan janin
  • Katarak yang bisa menyebabkan kebutaan permanen pada satu atau kedua mata
  • Kelainan jantung bawaan
  • Radang otak atau selaput otak
  • Infeksi padasaraf pendengaran yang mengakibatkan hilang fungsi pendengaran.

Biasanya pemberian obat hanya bermanfaat untuk meringankan gejala saja. Bayi yang lahir dengan sindroma rubella kongenital, biasanya harus ditangani secara seksama oleh para ahli. Semakin banyak kelainan bawaan yang diderita akibat infeksi kongenital, semakin besar pula pengaruhnya pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pencegahan rubella bisa dilakukan dengan pemberian imunisasi. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) mampu mencegah rubella secara efektif.

Pemberian imunisasi MMR pada wanita usia reproduktif yang belum mempunyai antibody terhadap virus rubella amatlah penting untuk mencegah terjadinya infeksi rubella kongenital pada janin. Setelah pemberian imunisasi MMR, penundaan kehamilan harus dilakukan selama 3 bulan.

Cara Mengatasi Diare Pada Anak

0 komentar


Anak biasanya lebih sering terkena diare ketimbang orang dewasa. Kebiasaan memasukkan benda-benda ke mulut atau kurangnya kebersihan tangan saat makan bisa memicu diare. Akibatnya tinja menjadi lembek atau cair setidaknya 3 kali 24 jam.

Diare pada anak bila tidak ditangani dengan tepat maka bisa mengakibatkan dehidrasi berat bahkan sampai kematian. Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya diare pada anak, seperti salah minum obat, keracunan makanan, stres, infeksi bakteri, atau setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Menurut dokter spesialis anak, dr Emma Nurhema, anak biasanya kurang peduli terhadap kebersihan tangannya, anak malas mencuci tangan sebelum makan, atau bisa juga akibat sering jajan sembarangan.

Jika anak yang menderita diare masih mau minum maka cairan tubuh yang hilang bisa tergantikan. Namun, jika penderita sering muntah dan tidak mau minum maka cairan tubuh akan hilang dengan cepat sehingga mengakibatkan gejala dehidrasi.

Bila diare terjadi terus-menerus maka penderita akan mengalami dehidrasi berat. Akibatnya, kondisi anak makin parah dan bisa berujung kematian. Untuk mengatasi diare pada anak, Anda bisa melakukan pertolongan berikut ini:

1. Beri air campuran garam dan gula
Saat diare tubuh anak akan kehilangan garam. Karena itu, untuk mengembalikannya Anda bisa memberikan campuran garam dan gula pada anak. Meski rasanya tidak enak, usahakan cairan ini bisa masuk ke dalam tubuhnya. Campuran ini diberikan sebagai pengganti cairan elektrolitnya yang hilang dari tubuhnya.

2. Tetap berikan makanan
Selain kehilangan cairan elektrolit, penderita juga kehilangan nutrisi saat diare. Karena itu, tetap berikan si kecil makanan untuk mengganti nutrisinya yang hilang. Bila anak tidak mau mengonsumsi makanan biasa maka berikan saja makanan lunak seperti bubur, pisang, atau apel kukus. Makanan padat tetap dibutuhkan tubuh untuk menggantikan nutrisi yang hilang.

3. Jangan berikan air putih saja
Pemberian air putih saja tidak cukup untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat diare. Abak juga membutuhkan nutrisi lain. Berikan pula teh manis saat anak mengalami diare.

4. Segera bawa ke dokter
Bila diare berlangsung lama, misalnya 1 -2 hari dan kencing berkurang jumlah dan frekuensinya, segera bawa anak ke rumah sakit karena ada kemungkinan terkena dehidrasi.

Cara Alami Mengatasi Batuk Pilek Pada Anak

0 komentar

Batuk dan pilek seakan menjadi penyakit “langganan” bagi anak. Untuk meredakannya terkadang ibu langsung memberikan obat batuk pilek untuk si kecil. Padahal bila terlalu sering mengonsumsi obat kimia, ginjal si kecil bisa rusak.

Bila si kecil menderita batuk dan pilek jauh lebih bijak bila ibu memberikan obat alami atau tindakan lain yang bisa meredakan gejalanya. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir efek samping yang ditimbulkan oleh obat-obatan kimia.

Pengobatan Alami Batuk dan Pilek pada Anak

1. Uap
Uap bisa membantu melancarkan hidung yang menyumbat. Caranya, nyalakan air panas di kamar mandi hingga menghasilkan uap. Lalu tutup pintu dan duduklah bersama anak Anda dalam ruang tersebut selama kurang lebih 15 menit. Lakukan terapi ini dua kali sehari.
2. Madu dan lemon
Saat mengalami batuk dan pilek biasanya anak akan kesulitan bernapas akibat hidung tersumbat. Untuk mengatasinya Anda bisa memberikan campuran madu dan lemon guna melegakan tenggorokan dan mengatasi infeksi. Caranya, campurkan satu sendok teh madu dan lemon dalam air hangat.
3. Kunyit
Kunyit merupakan rempah-rempah yang baik untuk meredakan batuk. Caranya, campurkan satu jumput bubuk kunyit pada susu yang biasa dikonsumsi si kecil sebanyak dua kali sehari.
4. Minyak pijat
Pemijatan lembut pada dada bayi menggunakan campuran minyak zaitu dan minyak essential akan membuat bayi lebih mudah bernafas. Anda dapat menggunakan minyak essential yang sehat seperti kayu putih, rosemary, dan minyak peppermint.
Tips di atas merupakan salah satu cara mengobati batuk pada bayi secara alami, namun jika batuk tak kunjung sembuh dan menemui gejala seperti demam tinggi, sulit bernafas hingga pada kondisi bibir membiru segera bawa Anak ke dokter atau rumah sakit untuk penanganan secara medis.

Read more: http://doktersehat.com/cara-alami-mengatasi-batuk-pilek-pada-anak/#ixzz2ZDPGmwUi

Tanda-Tanda Kanker Pada Anak yang Harus Diperhatikan!

0 komentar


Tanda-Tanda Kanker Pada Anak yang Harus Diperhatikan!

Kanker merupakan penyakit paling mematikan yang bisa menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Namun, bila diketahui pada stadium awal, kanker masih bisa diobati dan disembuhkan hingga 80 persen. Karena itu, penting sekali bagi orangtua untuk mewaspadai tanda-tanda kanker sejak dini.

Menurut dr. Edi Setiawan, spesialis onkologi anak, kanker dapat digolongkan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama merupakan kanker jenis cair yakni darah atau leukimia. Kedua adalah kelompok tumor padat.

Benjolan di bagian tubuh anak bisa jadi salah satu pertanda adanya tumor padat yang kerap ditemukan di semua organ tubuh anak. Bila Anda menemukan benjolan di tubuh anak, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Selain benjolan, masih ada beberapa tanda adanya kanker dalam tubuh anak, seperti berikut ini:

1. Mata
Waspadalah jika mata anak terlihat seperti mata kucing, penglihtan terganggu, juling, dan mata memerah. Bila kondisi mata anak tidak ada perubahan selama 3 hari setelah ditetesi obat mata maka segera periksakan anak ke dokter karena bisa jadi kondisi tersebut merupakan gejala awal adanya kanker bola mata (retinoblastoma).
2. Leher
Benjolan di leher anak bisa disebabkan oleh infeksi dan tumor. Bedanya, bila benjolan terasa sakit saat diraba atau ditekan maka bisa jadi hal itu disebabkan oleh infeksi pada gigi atau telinga. Namun, bila  benjolan tidak terasa sakit saat ditekan dan bertambah besar dalam waktu singkat, maka Anda petut waspada. Kondisi tersebut bisa jadi pertanda anak mengalami tumor.
3. Paru
Anak akan mengalami sesak napas bila terdapat sel kanker di paru-parunya. Perlu diketahui bahwa tidak ada kanker paru pada anak. Adanya sel kanker di paru-paru biasanya disebabkan penyebaran jenis kanker tertentu ke paru-paru, seperti kanker tulang.
4. Perut
Bila terdapat kanker pada salah satu organ dalam perut maka biasanya perut akan membuncit dan terdapat benjolan saat ditekan. Bila hal itu terjadi pada perut si kecil sebaiknya jangan terlalu sering menekan perut anak yang membuncit karena bisa mempermudah penyebaran. Segera periksakan anak bila Anda menemukan kasus seperti ini.
5. Alat kelamin
Secara fisik, testis kanan dan kiri pada alat kelamin pria terlihat tidak sama besar, konsistensi testis yang terkena biasanya keras, dan tidak dijumpai tanda-tanda infeksi. Kanker pada organ testis, sama halnya paru-paru dapat merupakan akibat penyebaran dari suatu jenis kanker tertentu ke testis. Seperti kanker darah yang menyebar ke testis.
6. Tangan atau kaki
Waspada bila terlihat ada bengkak pada tangan atau kaki. Pembengkakan ini biasanya dapat disertai dengan demam atau nyeri.
7. Otak
Benjolan pada otak memang tidak bisa dilihat maupun diraba. Meski begitu, orangtua tetap bisa mewaspadai gejala kanker otak dengan melihat dampak yang ditimbulkan akibat adanya suatu benjolan di otak, seperti muntah yang menyemprot, pusing, gangguan keseimbangan, dan lumpuh.

Waspadai, Kanker Pada Anak!

0 komentar


Kanker tak hanya menyerang orang dewasa saja, anak-anakpun juga berisiko terhadap serangan kanker. Meski belum diketahui penyebab sebenarnya, namun munculnya kanker pada anak diduga disebabkan oleh penyimpangan pertumbuhan sel akibat adanya cacat gen. Selain itu, sel kanker juga bisa muncul akibat pengaruh lingkungan.

Djajadiman Gatot menyatakan bahwa sulit untuk mengetahui gejala kanker pada bayi maupun anak kecil karena mereka belum bisa menjelaskan keluhan yang dirasakannya.

Ada beberapa kanker yang sering dialami anak-anak, yakni kanker darah (leukimia), kanker mata (retinoblastoma), tumor otak, kanker tulang, kanker kelenjar getah bening, kanker ginjal, kaker saraf (neuroblastoma), dan kanker jaringan otot (rabdomiosarkoma).

Bila diketahui sejak dini kanker pada anak bisa diobati dan potensial disembuhkan, termasuk tahapan pengobatan yang diikuti sampai tuntas. Sayangnya, kebanyakan pasien kanker datang ke dokter setelah kanker menyebar luas dan pengobatan tidak diikuti hingga selesai.

Ada beberpa cara untuk mengobati kanker, yaitu operasi, kemoterapi, radiologi, dan transplantasi sumsum tulang. Kemoterapi dilakukan sebagai pengobatan tunggal untuk leukimia dan limfoma. Kemoterapi juga berfungsi untuk mengecilkan tumor sebelum operasi dan sesudah operasi guna membasmi sel tumor.

Djajadiman menerangkan masih banyak orangtua pasien yang keberatan jika anaknya menjalani kemoterapi. Hal ini disebabkan kesalahan dalam memperoleh informasi seputar efek samping. Padahal kemoterapi masih menjadi tumpuan pengobatan kanker di dunia internasional.

Orangtua berperan penting dalam mengetahui kesehatan anak, karena itu segeralah lakukan pemeriksaan jika anak menunjukkan gejala seperti pucat, lemah, lesu, demam yang tidak jelas penyebabnya, kelenjar getah bening membengkak, nyeri pada tulang, dan perut bengkak. Semua gejala tersebut bisa menjadi pertanda awal penyakit leukimia.

Bila anak menunjukkan gejala sakit kepala disertai mual dan muntah yang menyemprot, gangguan berbicara, gangguan keseimbangan, penurunan kesadaran, kelumpuhan, atau kejang perut maka dikhawatirkan menderita tumor otak.

Penyebab Bayi Baru Lahir Terinfeksi Hepatitis

0 komentar

Hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan adanya infeksi pada hati. Parahnya, hepatitis juga bisa dialami oleh bayi yang baru lahir. Infeksi ini bisa ditularkan dari ibu selama proses persalinan berlangsung. Hepatitis tidak ditularkan selama bayi berada dalam kandungan karena virus tak mudah melewati plasenta atau ari-ari.

Gejala
Kebanyakan bayi yang terinfeksi akan mengalami hepatitis menahun (kronis) yang biasanya dapat menimbulkan gejala pada masa kanak-kanak. Hepatitis pada bayi baru lahir dapat menyebabkan kematian.
Bayi yang menderita hepatitis akan menunjukkan gejala seperti berikut ini:
  • Pembesaran hati
  • Sakit kuning karena peningkatan kadar bilirubin
  • Ascites, yakni penimbunan cairan dalam perut
Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan darah.
Pengobatan
Sebaiknya saat hamil, periksakan secara teratur, pastikan ada tidaknya virus hepatitis B dalam tubuh. Hal ini dapat meminimalisir terjadinya penularan pada bayi saat proses persalinan berlangsung. Bagi bayi yang baru lahir dengan riwayat ibu penderita hepatitis B maka akan diberikan suntikan immunoglobulin hepatitis B dalam waktu 24 jam setelah lahir, sebelum terjadi infeksi. Suntikan ini berfungsi untuk melindungi bayi sementara. Pada waktu yang sama juga diberikan vaksinasi hepatitis B sebagai perlindungan jangka panjang.

Gejala Dispraksia Pada Anak

0 komentar

Dispraksia merupakan gangguan atau ketidakmatangan anak dalam mengatur gerakan. Kondisi ini disebabkan kurangnya kemampuan otak dalam memproses informasi hingga pesan-pesan tidak sepenuhnya atau benar-benar ditransmisikan. Akibatnya, anak menjadi kesulitan dalam berpikir, merencanakan, dan melakukan tugas-tugas motorik atau sensorik. Pada dasarnya dispraksia bukan gangguan yang terjadi pada otot atau gangguan kecerdasan, meski dampaknya bisa mempengaruhi kemampuan berbahasa dan pengucapan.

Dispraksia terjadi saat otak memerintahkan untuk melakukan sesuatu, namun sinyal perintah otak diacak hingga tidak bisa membaca sinyal tersebut. Sayangnya kebanyakan penderita dispraksia terlambat diketahui oleh keluarga. Sehingga kondisi ini akan membuat anak menjadi kurang percaya diri.
Dispraksia dikelompokkan menjadi beberapa klasifikasi berdasarkan tipe penampilannya:
  • DVD (Developmental Verbal Dyspraxia); anak mengalami kesulitan untuk membuat atau memproduksi suara atau kesulitan memproduksi suara menjadi kata.
  • OD (Oral Dyspraxia) pada kasus anak, ketidakmampuan melakukan gerakan mulut. Misalnya ketika diminta untuk angkat lidah, anak tidak dapat meresponnya. Tapi jika tidak disengaja anak dapat melakukannya.
  • MD (Motor Dyspraxia)
Gejala
Pada bayi
Dispraksia yang dialami bayi umumnya ditandai dengan ocehan yang sedikit atau tidak sama sekali. Saat mulai belajar berbicara, anak hanya mengucapkan sedikit huruf konsonan.
Pada anak usia 3 – 5 tahun (usia pra sekolah)
  • Tangan mengembang saat berlari
  • Aktivitas motorik yang berlebihan seperti menghentak-hentakkan kaki saat duduk, menari, atau bertepuk tangan tanpa sebab yang jelas
  • Susah mengayuh sepeda roda tiga atau mainan lainnya
  • Susah memegang pensil atau memakai gunting
  • Terlambat merangkak, bersuling, dan berjalan
  • Kurang mampu melakukan permainan imajinatif
  • Respon terbatas terhadap instruksi lisan yang diberikan
  • Susah menyusun puzzle, mengembangkan kata-kata, dan berbicara dengan jelas.
Pada anak yang lebih besar (usia sekolah)
  • Sulit berkata-kata atau mengekspresikan diri
  • Sensitif terhadap sentuhan
  • Kesulitan menyalin tulisan di papan tulis dan mengingat instruksi
  • Tidak dapat menangkap konsep seperti : “di bawah”, “di atas”, “di dalam” atau “di luar”
  • Sulit memakai baju atau sepatu sendiri
  • Kesulitan belajar naik sepeda akibat keseimbangan yang buruk
  • Kemampuan membaca yang rendah dan buruk dalam menulis.
  • Sebagian anak dispraksia mengalami articulatory dyspraxiayang menyebabkan mereka mengalami kesulitan dalam berbicara dan mengeja.

Cara Mencegah Difteri Pada Bayi

0 komentar

Difteri merupakan penyakit akut yang disebabkan kuman Corynebacterium diphteriae yang banyak menyerang balita. Penyakit ini ditandai dengan terbentuknya lapisan yang khas di selaput lendir saluran napas serta adanya kerusakan otot-otot jantung dan jaringan saraf.

Difteri bisa menular jika terjadi kontak langsung dengan penderita atau pembawa kuman sebab Corynebacterium diphteriae dapat keluar melalui air ludah penderita saat berbicara, batuk, dan bersin.
Gejala awal penyakit yang masa inkubasinya umumnya antara 2-5 hari ini adalah sakit tenggorokan yang ringan dan demam (antara 37,838,9°C). Selain itu, anak-anak yang menderita difteri akan menunjukkan gejala lain seperti menggigil, sakit kepala, mual dan muntah. Terdapat pula lapisan tipis yang khas di daerah tonsil, biasanya berwarna putih keabu-abuan kotor, kasar dan melekat erat sehingga bisa meinmbulkan perdarahan jika diambil paksa.

Penyakit ini bisa tetap ringan namun sering bertambah parah dengan keluhan sakit ketika menelan dan tubuh melemah.  Kerongkongan dan sluran napas juga membengkak hingga menyumbat jalan pernapasan serta kerap muncul suara serak ketika anak menrik napas. Biasanya dokter akan melubangi bagian tenggorokan (trakeotomi) untuk membantu melancarkan pernapasan.

Anak akan mengalami kelumpuhan pada langit-langit lunak, napas bau busuk, dan kelenjar limfe di leher membengkak. Meski kuman difteri paling sering menyerang saluran napas bagian atas seperti hidung, tonsil, dan tenggorokan, namun kuman ini bisa juga menyerang pusar, vagina, dan selaput putih mata.
Komplikasi lain yang bisa terjadi pada penderita difteri adalah kuman difteri menyerang ginjal, atau otot-otot jantung (myocarditis). Parahnya penyakit ini juga bisa menyebabkan kematian mendadak dan kelumpuhan saraf-saraf tepi. Karena itu, segeralah bawa anak ke dokter jika mengalami tanda-tanda munculnya difteri.
Penyakit ini sangat menular, penderita harus dirawat di rumah sakit dan ditempatkan di ruang tersendiri. Perawatan yang baik, istirahat total di tempat tidur, serta makanan dalam bentuk cairan atau lunak yang cukup gizi sangat membantu mengatasi difteri.

10 Tips Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa

0 komentar
Di antara hal yang sering dirasakan saat kita berpuasa adalah timbulnya bau mulut tak sedap. Hal ini timbul karena produksi saliva untuk mencegah bau mulut akan berkurang seperti biasanya setiap kita makan, sehingga bakteri berkembang biak dengan cepat, sehingga akan muncul bau tidak sedap dimulut.
Penyebab bau mulut lainnya juga bisa terjadi karena datang dari dalam tubuh, seperti yang dialami pengidap diabetes atau maag. Untuk mengatasi bau mulut saat puasa, maka berikut adalah beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan untuk menuntaskannya.
  1. Rajinlah menggosok menggosok gigi setelah sahur dan sebelum tidur di malam hari.
  2. Hindari makanan-makanan yang diketahui menimbulkan bau mulut menyengat seperti petai, durian, atau bawang.
  3. Perbanyak minum air putih ketika sahur dan berbuka untuk menjaga kesimbangan air dalam tubuh.
  4. Konsumsi makanan probiotik untuk membantu kesehatan pencernaan dan mencegah bau mulut.
  5. Hindari Rokok dan alkohol yang dapat memicu terjadinya periodontitis dan gingivitis yang memperburuk kebersihan mulut. Selain itu, alkohol dapat mengurangi produksi air liur yang mengakibatkan semakin cepatnya perkembangan bakteri.
  6. Konsumsi buah dan sayuran seperti apel, wortel, dan bengkuang.
  7. Rempah-rempah seperti ketumbar, mint, tarragon, kayu putih, rosemary, dan kapulaga yang sangat baik untuk memerangi bau mulut.
  8. Konsumsi vitamin C seperti berry, jeruk, dan melon karena dapat menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi pertumbuhan bakteri. Sebaiknya dapatkan makanan/buah-buahan yang mengandung vitamin C, bukan dari suplemen, karena suplemen justru memperparah bau mulut.
  9. Konsumsi keju karena keju kaya akan kalsium, rendah karbohidrat, dan mengandung fosfat sehingga bermanfaat untuk meningkatkan produksi air liur, dan mengurangi pertumbuhan karang gigi.
  10. Jangan terlalu sering menggunakan obat kumur. "Boleh pakai obat kumur tapi jangan sering-sering, mungkin hanya di malam hari," ujar drg. Eky. Di dalam mulut terdapat bakteri jahat dan bakteri baik yang harus dijaga keseimbangannya.

Penyebab Penyakit Jantung

0 komentar

Artikel kali ini akan share tentang Penyebab Penyakit Jantung Sebenarnya.

Ada 2 Penyebab Penyakit Jantung:
  1. Tekanan Darah Tinggi
  2. Kenaikan Kadar Kolestrol.
"Adakah penyakit yang lebih berat", tanya penyair John Donne dalam puisinya pada tahun 1612, An Anatomy of the World," daripada mengetahui bahwa kita tak akan pernah sembuh, dan tak akan pernah bisa?" Donne bisa jadi sedang membicarakan "penyakit jantung", pembunuh No.1 di Amerika Serikat (AS), gangguan yang telah merenggut lebih banyak nyawa orang Amerika dibandingkan semua perang satu. Penyakit ini telah menggiring pasien dan dokternya pada keputusasaan, dan pada pengobatan. Penyakit jantung bisa dimulai sangat dini pada masa kanak - kanak. Sejujurnya, Anda tak bisa memulai program kesehatan "kardiovaskular" cukup ini.


Penyebab Penyakit Jantung Sebenarnya - "Penyakit jantung" adalah isitilah yang dipakai untuk menyebut gangguan jantung, namun kenyataannya bukan hanya itu. Penyakit ini tidak hanya melibatkan jantung, namun juga jaringan pembuluh darah di mana jantung memompa darah sebanyak 100.000 denyut dalam sehari. Yang lebih tepat, penyakit jantung adalah sekolompok gangguan yang meliputi jantung dan seluruh sistem pembuluh darah (Vaskular), dan oleh karenanya sering disebut "Penyakit Kardiovaskular".

Penyakit jantung membutuhkan waktu bertahun - tahun untuk berkembang. Pada sebagian besar kasus, penyakit ini kadang - kadang terjadi akibat 30 tahun peradangan dan kerusakan dinding pembuluh darah tyang tak kasatmata. Tanpa gejala yang jelas, dinding arteri bisa dan "mengeras" akibat plak, perlahan - lahan kehilangan kelenturannya. Akhirnya, timbunan plak ini mempersempit rongga pembukuh arteri tempat mengalirnya darah, menurunkan pasokan darah yang mengandung oksigen ke seluruh sistem kardiovaskular, termasuk arteri koroner, yang mengantarkan darah ke jantung.

Bila mengeras atau menyempit, arteri tidak mampu memasok zat -zat yang diperlukan oleh organ tubuh untuk dapat berfungsi dengan baik, yang membuat jantung harus bekerja lebih keras. Bahaya lain adalah bekuan darah atau potongan plak yang terlepas kemungkinan bisa terjepit di arteri dan membuat bagian tubuh kekurangan pasokan darah normal, menyebabkan serangan jantung atau stroke, penyakit kardiovaskular yang paling sering muncul.

Proses ini, yang disebut aterosklerosis, bisa bermanifestasi dalam berbagai keadaan kardiovaskular berikut:

  •     InDaftar Berbutirfarktus miokardia
  •     Stroke
  •     Tekanan Darah Tinggi
  •     Gagal Jantung kongestif
  •     Penyakit vaskular periferal
  •     Angina pektoris
  •     Klaudikasio Intermiten
Untuk penjelasan Infarktus miokardia, stroke, Tekanan darah tinggi, gagal jantung dll. Bisa ditunggu di Artikel Selanjutnya.

Gejala Penyakit Jantung Dan Penanganannya

0 komentar

Artikel kali ini akan membahas tentang Gejala Penyakit Jantung tentu dengan cara pencegahannya sesuai dengan judul diatas. Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung.

Penyakit-penyakit dapat mempengaruhi bagian mana pun dari jantung. Tetapi, penyakit yang paling umum adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Karena itu, sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteria koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan serangan jantung pada seseorang yang bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh.

Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut sebagai aterosklerosis.Aterosklerosis terjadi jika terjadi penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.

Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Mengapa? Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal.

Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit karena timbungan plak dan lemak, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Selain itu, arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sehingga, sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan jantung.

Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi.

Selain penyakit jantung koroner yang disebabkan karena penumpukan lemak di dinding arteri, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir. Misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.

Bagaimanapun, penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang berbahaya dan banyak menimbulkan kematian kepada penderitanya. Tak jarang, si penderita terlambat mengetahui bahwa dia menderita penyakit jantung sehingga terlambat untuk diatasai. Untuk itu, mengetahui gejala atau ciri penyakit jantung perlu anda ketahui agar bisa segera dilakukan tindak pengobatan secepatnya.

Gejala penyakit jantung

1. Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).

2. Sesak napas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).

3. Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.

4. Palpitasi (jantung berdebar-debar)

5. pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.


Mengatasi Penyakit Jantung


Jika Anda merasakan gejala awal penyakit jantung ataupun pernah mengalami serangan jantung ringan, jangan abaikan itu. Anda sangat membutuhkan penanganan dini oleh personel medis yang terlatih. Ini dapat menyelamatkan jantung dari kerusakan yang lebih parah dan bahkan dapat menghindari akibat yang lebih fatal seperti kematian.

Namun jika gejala serangan jantung mulai terjadi, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Risiko kematian terbesar dari serangan jantung adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan jantung. Perawatan yang cepat dan tepat dari tim medis dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan. Jangan menunda-nunda untuk mendapatkan bantuan medis karena merasa takut dianggap mengada-ada.

Bila telah terjadi penyumbatan, tindakan medis yang umumnya diambil adalah dengan pemasangan kateterisasi dan cincin yang menjaga agar pembuluh darah koroner tidak tersumbat. Tetapi, ada kemungkinan terjadi penyumbatan pada pembuluh lainnya.


Tips Mencegah penyakit jantung

1. Pola makan yang sehat
Hindari makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi. Hindari pula makanan dengan kandungan gula tinggi seperti softdrink, misalnya.

2. Berhenti merokok
Di dalam bungkus rokok sudah dijelaskan bahwa “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”.

3. Hindari stress
Saat seseorang stress, tubuh akan mengeluarkan hormon cortisol yang bisa menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku.

4. Kurangi berat badan berlebih (obesitas)
Obesitas memiliki risiko utama pembesaran atrium jantung kiri. Pembesaran jantung ini nantinya akan meningkatkan detak jantung tidak normal, stroke, dan kematian.

5. Olahraga secara teratur
Olahraga seperti jalan kaki atau jogging dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.

6. Konsumsi antioksidan
Antioksidan Penting untuk Cegah Sakit Jantung. Ini bisa diperoleh dari berbagai macam sayuran, buah-buahan, dan minum teh.

7. Keturunan
Jika anda memiliki kerabat dekat yang pernah mengalami serangan jantung, sebaiknya mulai sekarang lebih berhati-hati dalam menjaga pola makan dan gaya hidup. Penyakit jantung bukan penyakit keturunan, tetapi bila ada keluarga (ortu, kakek, nenek,saudara, paman, bibi dsb) yang menderita atau pernah menderita penyakit jantung, kamu memiliki faktor resiko untuk mendapatkan penyakit jantung. Jadi, perlu diwaspadai!

Kanker Serviks Dapat Dicegah Dengan Cara Merawat Vagina

0 komentar
Kanker Serviks Dapat Dicegah Dengan Cara Merawat VaginaCara Merawat vagina. Memanjakan diri adalah kegiatan yang paling disenangi wanita untuk merawat tubuhnya tidak terkecuali daerah intim, yang walaupun bukan menjadi kegiatan wajib tetapi perlu mendapat perhatian serius untuk dapat melakukan rutinitas memanjakan diri dengan cara merawat vagina yang benar.

Saat ini banyak jenis cara merawat vagina yang kita temui mulai dari yang tradisional maupun modern, yang mempunyai kelebihan masing-masing selain fungsinya untuk menjaga kesehatan vagina, namun banyak wanita dengan kesibukan dan aktivitas yang tinggi lebih memilih perawatan vagina secara modern karena lebih praktis.

Yuk kita lihat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk cara merawat vagina yang baik:

  1. Gunakan sabun khusus vagina yang mampu menjaga tingkat keasaman vagina, hal ini penting dalam cara merawat vagina untuk mencegah timbulnya bakteri atau kuman tidak baik, dan jika menggunakan antiseptic vagina (douche) sebaiknya pilihlah yang secara klinis disarankan dokter karena antiseptic bisa saja membunuh bakteri baik yang dibutuhkan untuk menjaga dari iritasi pada vagina.
  2. Jangan menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat, karena suasana vagina akan menjadi panas dan lembab yang dapat memicu berkembangbiaknya kuman penyakit. Sebaiknya pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat.
  3. Ganti pembalut setiap 1 jam sekali terlebih pada saat masa menstruasi, hal ini penting untuk cara merawat vagina agar tidak menjadi lembab dan darah yang keluar adalah media yang baik untuk tumbuhnya kuman. Jika menggunakan panty liner sebaiknya hanya 2-3 jam saja selama beraktivitas.
  4. Hindari memakai pembalut atau tissue yang mengandung wawangian atau deodorant, karena dapat menyebabkan iritasi pada vagina, selain itu tidak dianjurkan menggunakan wewangian dan deodorant untuk cara merawat vagina dan menjaga kesehatan vagina.
  5. Saat membersihkan dalam hal cara merawat vagina bilaslah dari arah depan ke belakang, untuk menghindari terbawanya kuman dari anus ke vagina. Dan sebaiknya menggunakan air pembilas langsung dari keran atau keran semprot karena air yang ditampung di ember atau bak mandi bisa saja terkontaminasi dengan air kencing orang lain, spora, jamur atau kuman, dalam kondisi tertentu apabila anda tidak menemukan air pembilas langsung dari keran atau keran semprotan, sebaiknya gunakan air mineral yang masih dalam segel kemasan yang baik.
  6. Usahakan daerah kemaluan dan selangkang kering sebelum memakai celana terlebih bagi yang bertubuh gemuk. Suasana lembab sangat disukai jamur, untuk itu gantilah celana dalam paling sedikit 2-3 kali sehari.
  7. Hal yang tidak kalah penting untuk cara merawat vagina perhatikan kesehatan diri kita sendiri, seperti mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, menjaga berat badan agar tetap seimbang, lakukan hubungan seksual hanya dengan satu pasangan.
  8. Bagi wanita yang pernah melahirkan dan melakukan hubungan seks sebaiknya lakukan pap smear sekali setahun, sebagai cara mearawat vagina dan bagi wanita yang menopause lakukan 2-3 tahun sekali. Pap Smear merupakan tes skrining untuk mendeteksi dini perubahan atau abnormalitas dalam sel-sel mulut rahim (serviks) sebelum sel-sel tersebut menjadi kanker.

Apa itu kanker serviks ?

Kanker serviks adalah jenis kanker yang sering terjadi pada wanita, juga merupakan penyebab kematian nomor satu dari jenis kanker yang menyerang wanita.  Penyebabnya yaitu adanya perubahan gen mikroba seperti; virus HPV (human papilloma virus), radiasi atau pencemaran bahan kimia. Kanker serviks stadium dini yang cepat ditangani dengan cara merawat vagina dengan maksimal dapat sembuh 100%.

Kanker serviks menyerang siapa?

  • Wanita yang telah melakukan hubungan seksual diusia muda
  • Wanita yang melakukan kontak seksual dengan berganti-ganti pasangan
  • Perokok
  • Kurang mengkonsumsi sayur dan buah- buahan.
Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (organ V). Kanker ini biasa terjadi pada wanita berumur, tetapi beberapa data menemukan kasus ini juga dialami wanita yang berumur 20-30 tahun.

Mengapa harus melakukan Pap smear ?

  • Menikah pada usia muda (dibawah 20 tahun)
  • Pernah melakukan senggama sebelum usia 20 tahun
  • Pernah melahirkan lebih dari 3 kali
  • Pemakaian alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau kontrsepsi hormonal
  • Mengalami perdarahan setiap hubungan seksual
  • Mengalami keputihan atau gatal pada vagina
  • Sudah menopause dan mengeluarkan darah pervagina
  • Berganti-ganti pasangan dalam senggama
Pap smear merupakan salah satu cara merawat vagina yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kondisi kanker dan prakanker dalam serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) serviks umumnya dilakukan saat pap smear bila ada indikasi kelainan signifikan, atau bila ditemukan kelainan selama pemeriksaan dalam rutin, untuk mengidentifikasi kelainan tersebut. Hasil pap smear dinyatakan positif, bila menunjukkan perubahan-perubahan sel serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) mungkin tidak perlu dilakukan segera, kecuali anda dalam kategori risiko tinggi. Untuk perubahan sel yang minor, umumnya direkomendasikan untuk mengulang pap smear dalam 6 bulan ke depan. Hasil pap smear normal menunjukkan hasil negatif, yaitu tidak adanya sel-sel serviks yang abnormal.

Apa itu vaksin kanker serviks ?

Studi klinis menunjukkan bahwa vaksin kanker serviks dengan ajuvan inovatif AS04 meningkatkan imun atau kekebalan terhadap HPV sehingga mampu mencegah kanker serviks pada wanita dewasa, dan bersama dengan skrining menandai era baru dalam upaya pencegahan kanker serviks bagi wanita dewasa.

Vaksin kanker serviks dari GlaxoSmithKline secara khusus dirancang menggunakan ajuvan inovatif AS04 untuk memproteksi remaja putri dan perempuan dewasa terhadap tipe HPV penyebab utama kanker serviks. Dari studi klinis terkini, vaksin HPV dari GSK menunjukan tingkat antibodi yang tinggi, memberikan perlindungan 100% untuk melawan HPV 16 dan 183-8 selama lebih dari 5.5 tahun. Beberapa data yang telah dipublikasikan menunjukkan bahwa formulasi ajuvan AS04 menyediakan respon imun yang lebih kuat dan tahan lama dibandingkan vaksin yang sama dengan ajuvan tradisional yang terbuat dari bahan aluminium saja.

Nah.. punya gambaran kan apa itu kanker serviks dan ternyata kita dapat mencegah terjadinya kanker servik dengan cara merawat vagina yang benar sehari-hari dan mengetahui dengan baik bagaimana kondisinya.

Waspadai Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil

0 komentar
Waspadai Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil
Kaki bengkak pada ibu hamil masih dianggap wajar, hal ini dikarenakan adanya peningkatan berat badan sehubungan dengan keberadaan janin. Kaki bengkak pada masa ibu hamil bersifat fisiologis bukan karena penyakit akan tetapi karena adanya peningkatan hormon Progesteron yang menahan cairan, kondisi ini biasanya terjadi pada siang dan sore hari. Dan jika bangun tidur di pagi hari, pembengkakan di kaki akan berkurang.
Meski pun demikian ibu hamil harus terus mewaspadai tanda kaki bengkak pada usia kehamilan diatas 20 minggu apabila disertai dengan hipertensi (Darah Tinggi) dan apabila hasil pemeriksaan Laboratorium Urinalisa didapatkan protein (+) di urine maka penyakit ini dinamai Preeklamsi (Keracunan Kehamilan).
PREEKLAMSI
Penyebab Preeklamsi belum diketahui. Tanda-tanda lain Preeklamsi yaitu nyeri ulu hati yang hebat, pusing yang hebat, dan mata berkunang-kunang dan kaki bengkak.
Preeklamsi sering terjadi di kehamilan pertama pada ibu hamil dimana tubuh belum dapat beradaptasi dan menolak sang janin yang dianggap sebagai benda asing.  Dampaknya tubuh mengeluarkan zat penolak pada kehamilan. Sedangkan pada kehamilan berikut biasanya tubuh sudah mulai beradaptasi. Tetapi ada pula  ibu hamil yang trauma dengan Preeklamsi sehingga tubuhnya melakukan penolakan terhadap janin.
DAMPAK PREEKLAMSI PADA IBU HAMIL DAN JANIN
Preeklamsi punya dampak besar terhadap ibu hamil dan janin. Jika Preeklamsi berat janin akan tumbuh kecil karena pertumbuhannya terhambat, plasenta lepas sebelum waktunya sehingga terjadi perdarahan dan berakibat kematian janin.
Bila Preeklamsi tidak segera ditangani, ibu hamil akan mengalami keracunan. fungsi ginjal dan hati terganggu, aliran darah terganggu, semua organ tubuh terganggu dan dapat menyebabkan kematian.
Cara Mengatasi
  • Ibu Hamil melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur. Dalam pemeriksaan dilakukan pengukuran Tekanan Darah, Berat Badan dan dilakukan penditeksian kaki bengkak terutama pada kehamilan trimester 2 dan 3.
  • Ibu hamil disarankan untuk istirahat total dan diberikan obat penurun darah dan Dokter terus memonitor tekanan darah. Jika janin dapat dipertahankan sampai masa persalinan tiba maka Dokter segera mengeluarkan janin lebih cepat melalui operasi Sectio Cesaria.
Sharing ke rekan kamu membuat kami semakin bersemangat untuk menulis tips-tips menarik selain Waspadai Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil,