Tampilkan postingan dengan label Dampak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dampak. Tampilkan semua postingan

Campak Jerman Bisa Mengganggu Pertumbuhan Anak

0 komentar

Campak Jerman merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus rubella. Anak yang mengalami penyakit rubella ini biasanya akan membaik dalam waktu 3 hari.

Virus rubella yang menginfeksi janin bisa mengakibatkan sindroma rubella kongenital. Janin bisa terinfeksi bila wanita yang sedang hamil terkena virus rubella saat 4 bulan pertama usia kehamilannya.

Anak bisa tertular virus rubella bila menghirup udara yang mengandung percikan lendir penderita rubella, baik yang berasal saat batuk, bersin, atau berbicara. Wanita hamil yang terinfeksi virus rubella pada trimester pertamannya maka bisa menularkan virus pada janin melalui plasenta. Kondisi ini disebut sebagai infeksi rubella kongenital dan dapat menyebabkan sindroma rubella kongenital.

Pada masa inkubasi yaitu waktu yang diperlukan sejak masuknya virus rubella ke dalam tubuh sampai timbulnya gejala penyakit berkisar antara 14-21 hari. Biasanya gejalanya akan timbul demam, nyeri sendi, pembesaran kelenjar getah bening di leher bagian belakang, daerah belakang kepala, dan belakang telinga.

Biasanya pembesaran getah bening disertai dengan rasa nyeri. Kemudian muncul ruam yang dimulai pada daerah muka lalu menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 1 hari. Ruam dan demam biasanya menghilang dalam waktu 3 hari.

Infeksi rubella kongenital bisa mengakibatkan sindroma rubella kongenital yang terdiri dari:
  • Terhambatnya pertumbuhan janin
  • Katarak yang bisa menyebabkan kebutaan permanen pada satu atau kedua mata
  • Kelainan jantung bawaan
  • Radang otak atau selaput otak
  • Infeksi padasaraf pendengaran yang mengakibatkan hilang fungsi pendengaran.

Biasanya pemberian obat hanya bermanfaat untuk meringankan gejala saja. Bayi yang lahir dengan sindroma rubella kongenital, biasanya harus ditangani secara seksama oleh para ahli. Semakin banyak kelainan bawaan yang diderita akibat infeksi kongenital, semakin besar pula pengaruhnya pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pencegahan rubella bisa dilakukan dengan pemberian imunisasi. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) mampu mencegah rubella secara efektif.

Pemberian imunisasi MMR pada wanita usia reproduktif yang belum mempunyai antibody terhadap virus rubella amatlah penting untuk mencegah terjadinya infeksi rubella kongenital pada janin. Setelah pemberian imunisasi MMR, penundaan kehamilan harus dilakukan selama 3 bulan.

Bahaya Rumput Fatimah Dalam Persalinan

0 komentar
BAHAYA RUMPUT FATIMAH DALAM PERSALINAN 

Proses persalinan adalah proses untuk belajar SABAR bagi calon Orang Tua. Mengapa..?

Ya…karena dalam proses persalinan seorang calon ibu musti sabar saat merasakan kontraksi, menunggu terjadinya pembukaan. Kita tahu bahwa pembukaan 0 hingga 10 cm kadang berjalan dengan sangat lambat.

Ketika merasakan kurang nyaman saat kontraksi, seorang ibu biasanya merasa waktu serasa lamban sekali bergerak. Dan akhirnya merasa ingin “penderitaan” ini segera berakhir. Padahal sebenarnya saat ini adalah saat “perjuangannnya” si Janin sebagai upay bayinya untuk turun dan membuka jalan lahirnya. Dan yang dibutuhkan seorang ibu adalah, Rileks dan percayai tubuh dan janinnya agar dapat melaksanakan “tugas” nya dengan baik, harmonis dan selaras.

Banyak hal yang dilakukan ketika berupaya untuk segera “mengakhiri” proses ini. Namun sayangnya banyak yang melakukan dengan “Jalan Pintas”, salah satunya adalah minum Rumput FATIMAH.
Aduh, sayang sekali, karena sebenarnya rumput Fatimah lebih banyak bahayanya di banding manfaatnya dalam proses persalinan.

Mitos mengatakan, jika Anda susah melahirkan, minum saja rumput Fatimah. Rumput Fatimah (Labisa pumila) adalah tumbuhan semak asal Arab. Tanaman ini cukup popular . Orang Barat menyebutnya Mawar Jeriko. Para jamaah biasa membeli rumput fatimah sebagai oleh-oleh dari Tanah Suci. Tanaman ini walaupun kering sudah puluhan tahun disimpan, namun kalau direndam dalam air akan mekar kembali.

Rumput fatimah atau Labisa pumila ini mengandung oksitoksin yaitu zat yang digunakan oleh tubuh untuk merangsang kontraksi rahim, sehingga dipercaya dapat mempercepat persalinan. Zat sejenis oksitoksin yang terkandung di dalam rumput fatimah sama seperti obat yang diberikan untuk menginduksi ibu hamil agar terjadi kontraksi. Biasanya, rumput Fatimah ini direndam dalam air hingga mengembang, kemudian air rendamannya diminum. Saking jarangnya yang punya rumput fatimah, tak sedikit ibu hamil yang bersusah payah mencari tanaman berkhasiat ini.

Namun hal ini jelas salah. Kandungan oksitosin tersebut dosisnya tidak dapat diukur. Tumbuhan ini dipakai dengan cara akarnya direndam. Air rendaman inilah yang diminum. Semakin lama direndam, kadar oksitosin yang terlarut pun semakin pekat. Dosisnya bisa jadi berlipat-lipat. Pada obat-obat modern, masalah variasi ini tidak terjadi. Semua bahan aktifnya jelas. Dosisnya pun terukur. Sehingga efeknya bisa jadi sangat berbahaya jika kita salah dalam dosis dan aturan meminumnya.

Minum rendaman akar rumput fatimah ini akan menimbulkan masalah, Jika mulut rahim belum terbuka, efek kuat kontraksi ini bisa berbahaya. Risikonya dapat menimbulkan pendarahan akibat kontraksi rahim sehingga menyebabkan pecahnya pembuluh-pembuluh darah dan stres otot. Kontraksi yang ditimbulkan akan sangat tinggi, tanpa ada jeda waktu istirahat. Yang sering terjadi, para ibu hamil sudah meminumnya dari rumah. Alhasil, kontraksinya benar-benar kencang. Tapi pembukaannya tidak sesuai dengan kontraksinya. Efeknya berbeda-beda, untuk ibu yang pembukaannya sudah hampir sempurna memang dapat membantu mempercepat kelahiran, namun bagi yang pembukaannya masih awal tentu tidak sesuai dengan kontraksi yang hebat tersebut. Jika tidak tahan akan kontraksi, ibu akan terus-terusan mengejan padahal pembukaan masih sedikit, sehingga besar kemungkinan rahim akan robek. Selain itu akan terjadi perdarahan setelah melahirkan, atau bahkan kematian pada janin.

Nah biasanya yang menyuruh untuk meminum rumput Fatimah ini adalah ibu atau nenek atau orang-orang “senior” yang notabenenya di anggap banyak pengalaman. Jadi ketika si ibu dan pasangannya kebingungan, maka informasi apapun yang diberikan yang motivasinya adalah “agar lancar proses persalinannya” pasti langsung di terima tanpa menanyakan efek samping dan bahayanya.

Rumput Fatimah ini hanya boleh dikonsumsi ketika sudah dekat waktu melahirkan, yakni ketika pembukaan sudah di atas 6, bukan pada saat pecahnya air ketuban. Jika Rumput Fatimah dikonsumsi sebelum pembukaan 6 akan terjadi kontraksi yang abnormal. Dan hal ini bisa jadi sangat berbahaya bagi ibu yang hendak melahirkan. Dampak terburuknya bisa terjadi robekan pada dinding rahim dan perdarahan yang hebat dan tidak bisa terhentikan.sayang sekali buka?

Karena itu, meskipun pada beberapa kasus sangat membantu proses persalinan, sebaiknya Anda berhati-hati ketika hendak mengkonsumsi rumput fatimah ini. Upayakan berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu tentang konsumsinya. Jangan heran jika banyak dokter akan melarang penggunaannya karena dikhawatirkan akan berbahaya bagi sang ibu dan buah hati.

Dampak Mengkonsumsi Junk Food Bagi Ibu Hamil

0 komentar
Dampak Mengkonsumsi Junk Food Bagi Ibu Hamil 

Dampak Mengkonsumsi Junk Food Bagi Ibu Hamil - Bunda penggemar junk food? Berhati-hatilah mengkonsumsi junk food, terlebih jika Bunda sedang hamil. Wanita yang gemar makan junk food pada masa kehamilannya akan berisiko membuat anak yang dikandungnya menjadi pecandu junk food juga nantinya.


Junk food merupakan suatu istilah yang diambil dari bahasa inggris yang berarti makanan sampah. Istilah tersebut diberikan bagi makanan yang sedikit memilki kandungan nutrisi  baik bagi tubuh. Junk food pada umumnya mengandung banyak sodium, saturated fat, dan kolesterol. Jika jumlah kandungan ini terlalu banyak di dalam tubuh, maka akan menimbulkan banyak penyakit.

Pada ibu hamil, junk food sangat tidak direkomendasikan. Menurut hasil riset yang dipubliksikan oleh The FASEB Journal menunjukkan bahwa wanita hamil yang mengkonsumsi junk food dengan jumlah yang berlebihan mempunyai tingkat reseptor untuk opioid yang lebih tinggi setelah si kecil disapih nantinya. Dengan demikian si kecil memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mengkonsumsi makanan serupa nantinya.

Jadi pada masa kehamilan sebaiknya Bunda banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan serta mengurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak dan gula. Tentu Bunda ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati tercinta, bukan?